06 Juni 2021

 *King's Sword*

*Tanggal: 6 Juni 2021*
Hari: Minggu

Bacaan Alkitab Setahun:
Mar 5:21-43
2 Taw 23-24

*PERTIKAIAN YANG MENGHANCURKAN*
_"Supaya tidak ada perpecahan dalam tubuh, melainkan supaya anggota-anggota itu dapat memperhatikan satu dengan yang lain. Jika satu anggota menderita, semua anggota menderita bersamanya. Jika satu anggota dimuliakan, semua anggota bersukacita bersamanya. Sekarang kamu adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggota-anggotanya"_ AYT - 1 Korintus 12:25-27
Kita tahu bahwa jemaat di Korintus mengalami masalah dalam hubungan satu dengan yang lainnya sebab ada kelompok-kelompok tertentu yang saling mengklaim bahwa mereka pengikut Apolos, pengikut Paulus, dan mungkin mereka mengikuti rasul-rasul lainnya. Namun juga cuma di Korintus yang kaya di dalam karunia alias mereka memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh jemaat yang lainnya. Namun perpecahan yang parah di antara mereka menyebabkan Paulus harus menuliskan surat yang keras. Karena itulah Paulus memberikan nasihat supaya saling memperhatikan satu dengan yang lain. Jika ada satu anggota menderita maka semua ikut menderita. Jika satu anggota dimuliakan, maka semua anggota bersukacita bersamanya. Sebab kita semua adalah tubuh Kristus dan setiap kita adalah anggota-anggotanya dan ini berbicara mengenai keanggotaan kita di dalam sebuah jemaat ataupun keanggotaan kita di dalam komunitas.
Perpecahan bukanlah ciri dari karakteristik kerajaan Allah. Bahkan Yesus sendiri pernah berkata bahwa kerajaan setan pun bersatu untuk bersama-sama bekerja untuk mencapai tujuannya. _"Jadi, jika Iblis juga terpecah-pecah dan melawan dirinya sendiri, bagaimana mungkin kerajaannya dapat tetap bertahan? Aku mengatakan demikian karena kamu mengatakan bahwa Aku memakai kuasa Beelzebul untuk mengusir setan-setan"_ (AYT— Lukas 11:18). Dan ingatlah bahwa perpecahan itu diawali dengan sikap merasa diri paling
hebat
, paling superior, dan paling diandalkan daripada saudara kita lainnya. Sehingga kita kehilangan identitas sejati kita yaitu kasih. Pantaslah dunia mencemooh kita ketika kita saling bertengkar dan bertikai untuk hal-hal yang tidak perlu diperebutkan. Ayo bangun kesatuan dalam diri kita.
Perhatikan orang-orang yang lemah dan yang tidak berdaya di sekitar kita. Jangan merasa diri
hebat
dan lebih pintar dari mereka. Jangan hilangkan identitas kita sebagai warga Kerajaan yang saling mengasihi supaya dunia dapat melihat bahwa kita adalah murid Kristus dan supaya dunia dapat melihat bahwa Kristus ada di dalam kita. Amin (DH)
Questions:
1. Mengapa di Korintus banyak karunia-karunia roh, namun sering terjadi pertikaian/perpecahan antar jemaat Tuhan?
2. Apa sikap Anda ketika melihat teman Anda dipakai Tuhan lebih dari diri Anda?
Values:
Jangan hilangkan identitas kita sebagai warga Kerajaan yang saling mengasihi supaya dunia dapat melihat bahwa kita adalah murid Kristus dan Kristus ada di dalam kita.
Kingdom Quote:
_Strategi iblis adalah memporak porandakan kesatuan umat Tuhan._

05 Juni 2021

 *King's Sword*

* Tanggal: 5 Juni 2021*
Hari: Sabtu

Bacaan Alkitab Setahun:
Mar 5:1-20
2 Taw 21-22


*KEBENARAN DI ATAS KEBENARAN*
_"Semua firman Allah adalah murni. la adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya." Amsal 30:5_
Vaksin Nusantara yang digagas mantan menkes dr. Terawan sempat tidak mendapatkan ijin uji klinis tahap 2 dari BPOM meski mendapat dukungan luas dari kalangan politisi dan pengusaha kalangan atas. Mereka percaya karena penggagasnya sosok dr. Terawan yang sebelumnya terkenal dengan metode DSA atau cuci otak yang diklaim telah menyelamatkan banyak orang. Walau metode ini mendapat tentangan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) karena dinilai tidak dikenal dalam kaidah ilmu kedokteran, namun pembela dr. Terawan tampil dengan kesaksian kesembuhan. Sementara BPOM tidak memberi ijin dengan alasan karena prosedur pembuatan vaksin nusantara sejak awal dinilai tidak mengikuti kaidah ilmiah yang sudah baku yang selama ini menjadi acuan BPOM. Dalam hal ini tentu BPOM tidak bisa disalahkan apalagi menuding ada maksud politis di baliknya.
Pembuatan vaksin adalah produk ilmiah melalui sejumlah penelitian dan uji coba secara ilmiah. Jadi benar atau tidak prosedurnya bukan ditentukan oleh dukungan atau kesaksian semata. Kemudian muncul orang-orang yang mencoba berpikir kritis, jangan-jangan kebenaran metode ilmiahnya yang perlu direvisi, jangan-jangan ada kebenaran lain yang lebih tinggi dari yang baku sekarang.
Orang memang butuh solusi, sehingga ketika ada kebutuhan, orang umumnya akan pragmatis, tidak peduli caranya benar atau salah, yang penting memberi hasil sesuai yang diinginkan. Dalam hal ini muncullah yang namanya kebenaran karena pengalaman. Hal yang banyak terjadi dalam dunia teologia. Contoh, hanya karena mengalami kesembuhan setelah menerima perjamuan kudus, lalu mengajarkan bahwa perjamuan kudus sebagai sarana kesembuhan. Memang pernah terjadi sapu tangan Paulus dipakai menyembuhkan orang (Kisah Para Rasul 19:12), atau bayang-bayang Petrus mendatangkan kesembuhan (Kisah Para Rasul 5:15), tetapi tidak pernah muncul pengajaran yang berkaitan dengan kedua pengalaman itu. Alkitab dengan jelas mengajarkan kebenaran berdasarkan firman Tuhan sehingga
Paulus dengan tegas berkata dalam Galatia 1:8, "Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami benitakan kepadamu, terkutuklah dia." Karena itu, kita perlu tegas mengawasi ajaran di sekitar kita yang harus murni dari firman Tuhan dan bukan karena pengalaman pribadi. Anda setuju? (LS)
Questions:
1. Pernahkan anda mendengar orang menafsirkan firman Tuhan berdasarkan pengalamannya? Bagaimana sikap anda menanggapinya?
2. Anda mempercayai firman Tuhan setelah mengalaminya, atau mengalami setelah percaya?
Values:
Kita perlu tegas mengawasi ajaran di sekitar kita yang harus murni dari firman Tuhan dan bukan karena pengalaman pribadi.
Kingdom Quote:
_Kebenaran berdasarkan pengalaman tidak akan bertahan lama._

04 Juni 2021

*King's Sword*

*Tanggal: 4 Juni 2021*
Hari: Jumat

Bacaan Alkitab Setahun:
Mar 4:21-41
2 Taw 19-20

*ORANG TUA PEMBELAJAR*

_'Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu."_ Mazmur 119:66
Masa pandemi ini telah berlangsung setahun lebih, dan kita masih belum tahu kapan situasi ini akan berakhir. Yang paling mengalami perubahan adalah perubahan pada pola belajar anak-anak, harus tetap belajar dalam situasi _study from home_ atau belajar daring, meskipun saat ini pemerintah sudah mulai ijinkan sekolah pada tahun pelajaran 2021-2022 untuk melakukan proses belajar tatap muka bagi sekolah yang telah siap secara sarana penunjang protokol kesehatan seperti penyediaan tempat cuci tangan, hand sanitizer, pengaturan ruang belajar, ventilasi ruangan dan sebagainya. Selain itu tentunya beberapa kesiapan pengaturan protokol kesehatan yang lain meliputi jam belajar, pola interaksi terutama antar siswa, pengaturan jadwal masuk secara bergantian.
Situasi ini kemudian melahirkan satu konsep belajar baru yang disebut _Blended Learning_, di mana siswa akan ada waktu untuk jam belajar tatap muka di sekolah, tetapi juga akan ada jam harus tetap belajar di rumah. Jika kondisi ini yang terjadi maka orang tua diperhadapkan pada pilihan perspektif, yaitu merasa sebagian persoalan psikologis terkurangi bebannya karena kewajiban harus mendampingi anak belajar secara _online_ sepenuh waktu, khususnya pada orang tua dengan anak pada usia belajar kelompok bermain (_play group_), Taman Kanak-Kanan ( TK ) dan anak pada _level_ Sekolah Dasar, karena sekarang sebagian hari dari anak-anak sudah akan belajar tatap muka. Tapi perspektif lainnya justru adalah hal ini berarti akan menambah menjadi dua persoalan karena pendidikan _online_ dan tatap muka akan berlangsung bersamaan.
Jadi masalah orang tua saat anak belajar tatap muka seperti kerepotan mengantar-jemput anak, menyediakan bekal makanan untuk di sekolah, biaya transport, aspek keamanan, kesehatan, kemungkinan konflik antar teman karena interaksi bisa terjadi, ditambah beban kedua yaitu tuntutan mendampingi anak belajar secara _online_ tetap harus dilakukan orangtua. Hal ini menunjukkan bahwa apapun kondisi ke depan, orang tua tetap akan memiliki sebuah tanggung jawab yang sangat penting dalam peran pendidikan terhadap anak. Tetapi hal ini harus dimulai dari sebuah sikap hati dari orang tua yang tetap memiliki kehausan untuk diajar dan belajar.
Firman Tuhan yang kita baca hari ini menggambarkan sebuah kerendahan hati dan kerinduan Daud untuk selalu mau belajar dari Tuhan. Meskipun ia adalah seorang raja, dengan begitu banyak penasehat, Daud tetap berharap untuk diberi hikmat dan pengetahuan. Tokoh terkenal dunia, Steve Job, pernah mengungkapkan sebuah _statement_ yang sangat terkenal yaitu _Stay Foolish, Stay Hungry_, artinya bersikaplah selalu "merasa bodoh/tidak sok pintar", dan "lapar" untuk selalu mau belajar. Pertanyaannya adalah orangtua kapankah Anda terakhir belajar? (HA)
Questions:
1. Mengapa raja Daud memerlukan banyak penasihat di dalam kepemimpinannya pada saat itu?
2. Sebagai orang tua, sudahkah Anda turut belajar demi mengikuti perkembangan anak-anak Anda?
Values:
Bersikaplah selalu merasa bodoh/tidak sok pintar, dan lapar untukselalu mau belajar.
Kingdom Quote:
_Anak akan mudah belajar jika memiliki orang tua pembelajar._

03 Juni 2021

*King's Sword*

*Tanggal: 3 Juni 2021*
Hari: Kamis

Bacaan Alkitab Setahun:
Mar 4:1-20
2 Taw 17-18


*GAIRAH CINTAyr*
"Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?"_ Mazmur 42:2-3
Sebuah hubungan tanpa kasih, tanpa cinta, tanpa kerinduan maka akan menjadi hubungan yang formal dan kaku. Setiap kita seharusnya bukan mencintai Tuhan karena berkat atau karena kedudukan atau karena supaya masuk sorga. Tetapi kita mencintai-Nya karena semata mata kita mencintai-Nya. Raja Daud sangat bergairah dan merindukan Tuhan sehingga digambarkan dalam mazmurnya, "seperti rusa rindukan air, demikian jiwaku merindukan Tuhan".
Suatu kerinduan akan Tuhan yang tak tergantikan dengan harta apapun. Cinta memang bukan hanya perasaan tetapi sebuah keputusan, namun tanpa kegairahan, tanpa kerinduan maka tidak ada cinta yang kuat. Raja Salomo menggambarkan cinta yang kuat seperti api yang tak terpadamkan, cinta melebihi segala harta benda. "Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN! Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina." (Kidung Agung 8:6-7)
Bagaimana dengan cinta Anda kepada Tuhan, cinta Anda kepada pasangan Anda, masihkah membara, masihkah seperti cinta mula-mula Anda? Jika gairah cinta Anda telah suam atau malah makin dingin, berhati-hatilah. Nyalakan dan temukan kembali gairah cinta Anda, pelihara gairah cinta Anda. Baik gairah cinta Anda kepada Tuhan maupun cinta Anda kepada pasangan Anda. Karena cinta adalah perekat bagai meterai, karena cinta adalah bagai nyala api Tuhan yang artinya adalah Roh Tuhan sendiri, karena Allah adalah kasih/cinta. "Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia." (1 Yohanes 4:16)
Jadi sebenarnya Tuhan sendirilah sumber cinta itu dan jika kita mengenal-Nya, maka cinta kita seharusnya terus bergairah. Tuhan tidak ingin cinta kita padam seperti yang ditulis dalam kitab Wahyu. "Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula." (Wahyu 2:4). Jadi Tuhanlah sumber cinta , namun ia memberikan kehendak bebas kepada kita, dan dengan kehendak bebas ini sudah seharusnya kita bertanggung jawab terus mengobarkan cinta kita balk cinta kita kepada Tuhan maupun kepada pasangan. Anda setuju? (DD)
Questions:
1. Apakah yang menyebabkan cinta kita bergairah?
2.Apakah cinta Anda kepada pasangan masih bergairah? Kalau tidak, mengapa?
Values:
Warga Kerajaaan adalah setiap orang yang telah merasakan kasih Sang Raja yaitu pengorbanan-Nya, mati di kayu salib menebus dosa kita.
Kingdom Quote:
_Kita tak bisa memberi tanpa pernah mempunyai, jika kita telah menerima kasih Tuhan, maka kita dapat memberikan kasih kepada sesama._

02 Juni 2021

*King's Sword*

* Tanggal: 2 Juni 2021*
Hari: Rabu

Bacaan Alkitab Setahun:
Mar 3:20-35
2 Taw 15-16


*PROSES PELATIHAN*
_"Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia"_ Lukas 2:52
Sebagai seorang anak manusia yang sesungguhnya, Yesus mengalami proses pertumbuhan fisik dan rohani. la harus bertambah di dalam hikmat karena kasih karunia Allah ada di atas-Nya. Kodrat manusiawi-Nya berkembang secara sempurna seperti yang diinginkan oleh Allah. Ayat ini merupakan sepenggal kisah kehidupan Tuhan Yesus di usia 12 tahun ketika Yusuf dan Maria membawa-Nya ke bait Allah di Yerusalem. Kisah-kisah selanjutnya adalah kehidupan Tuhan Yesus ketika la sudah mulai melakukan pelayanan dan memberitakan firman di usia 30 Tahun.
Ada kira-kira 18 tahun kehidupan Tuhan Yesus berlangsung tanpa keterangan apapun. Dari Matius 13:55 dan Markus 6:3 kita tahu bahwa la dibesarkan di dalam keluarga besar, bahwa Yusuf ayah-Nya adalah seorang tukang kayu dan Yesus tetap tinggal dalam asuhan mereka serta belajar keterampilan seorang tukang kayu. Dalam tradisi Yahudi, seseorang dianggap dewasa, matang dan cukup umur untuk mengajar adalah saat berusia 30 tahun. Pada saat ini orang sudah diakui sebagai guru ataupun sudah diakui menjadi orang yang matang dalam memberitakan firman. Jadi sebelum berusia 30 tahun, Tuhan Yesus tidak dapat mengajar maupun memberitakan firman karena belum dianggap dewasa oleh orang-orang Yahudi.
Beberapa penafsiran juga menyebutkan sebelum Yesus memulai pelayanan-Nya di usia 30 tahun, la harus menghidupi ibu dan adik-adik laki-laki dan perempuan-Nya. Karena nama Yusuf tidak pernah disebutkan lagi dalam kitab-kitab 101, mungkin sekali bahwa Yusuf telah meninggal sebelum Yesus dewasa. Kita tidak sedang membahas dan memperdebatkan hal ini, tetapi kita bisa belajar dari kisah ini bagaimana Yesus men-_develop_ diri-Nya bahkan memperkuat panggilan-Nya justru melalui jalan ketaatan dan penundukan diri di bawah otoritas orang tuanya sampai mencapai usia dewasa dan slap melayani. Yesus juga tidak mengabaikan tanggung jawab-Nya sebagai seorang putra sulung di tengah-tengah keluarga. Yesus juga melalui proses dibaptis oleh Yohanes pembaptis demi menggenapi rencana Bapa.
Yesus, pribadi Allah sendiri yang ketika menjadi manusia demi melakukan rencana penebusan-Nya bagi hidup kita, tetap mengikuti proses yang ada sehingga hidup-Nya semakin berkenan di hadapan Allah dan manusia. Jika saat ini kita harus berada di bawah otoritas dan penundukan diri, jalani dan nikmati setiap proses itu dengan keteguhan hati. Sesungguhnya Tuhan sedang men-_develop_ dan mempersiapkan kita untuk sebuah tanggung jawab besar sebagai perwakilan Kerajaan Allah di manapun kita berada. Amin (RSN)
Questions:
1. Ketaatan dan penundukan diri apa yang sedang kita jalani saat ini?
2. Bagaimana Tuhan men-_develop_ kita melalui ketaatan itu?
Values:
Nikmati setiap proses dalam kehidupan kita, karena Dia sedang men-_develop_ dan mempersiapkan kita untuk sebuah tanggung jawab besar di bumi.
Kingdom Quote:
_Tuhan berkenan kepada orang-orang yang rendah hati dan taat akan Firman-Nya

 *King's Sword*

*Tanggal: 1 Juni 2021*
Hari: Selasa

Bacaan Alkitab Setahun:
Mar 3:1-19
2 Taw 13-14


*DEVELOP*
_"Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia."_ Lukas 2:52
Shalom dan apa kabar kekasih TUHAN. Tanpa terasa kita sudah memasuki bulan Juni 2021. Tema renungan bulan Juni 2021 adalah develop. Kata develop yang merupakan kata kerja dalam Merriam Webster Dictionary memiliki arti: 1) to work out the possibilities (untuk mengetahui kemungkinan); 2) to make active or promote the growth of (untuk membuat aktif atau mendorong pertumbuhan). Dalam arti sederhana kata develop memiliki arti melakukan segala daya upaya yang
terbaik
dengan tujuan mengembangkan suatu tujuan. Jika kita memiliki tujuan berkembang, maka kita memerlukan komitmen, strategi dan tindakan nyata. Dalam develop kita belajar beberapa hal.
Yang pertama, komitmen. Jika kita mau mengembangkan suatu tujuan, komitmen merupakan hal yang sangat penting. Komitmen diawali dengan kemauan yang kuat. Tanpa kemauan yang kuat, maka komitmen tak akan pernah terjadi. Memang kendala yang seringkali dihadapi dalam berkomitmen adalah masalah kemampuan. Sekalipun kemampuan sangat dibutuhkan dalam menjalankan komitmen, namun kemauan yang kuat adalah hal yang terpenting dalam menjalankan komitmen. Ada banyak orang yang memiliki kemampuan untuk maju dan berkembang namun sayangnya tak memiliki kemauan yang kuat untuk maju dan berkembang, ini merupakan masalah. Sekalipun seseorang memiliki kemampuan yang terbatas namun jika ia memiliki kemauan yang kuat dan mau berkomitmen maka kendala apapun yang nnenghadang akan ia hadapi dan selesaikan.
Yang kedua, strategi. Saat kita memiliki tujuan untuk berkembang maka kita pun akan mulai menghadapi halangan dan rintangan. Tentu saja kita membutuhkan hikmat TUHAN dan strategi yang tepat untuk dapat menghadapi dan menyelesaikan setiap halangan dan rintangan. Jangan panik dalam menghadapi penghalang pertumbuhan dan perkembangan kita, cari TUHAN dengan sungguh-sungguh maka kita akan mendapatkan hikmat TUHAN. Dengan hikmat TUHAN kita dapat membuat dan mengatur strategi dalam mengembangkan tujuan kehidupan kita.
Yang ketiga, tindakan terukur. Apakah kita dapat maju dan mengembangkan tujuan kita apabila kita hanya memiliki komitmen dan strategi? Masih ada satu hal yang harus kita lakukan agar kita dapat maju dan berkembang, yaitu tindakan yang terukur. Komitmen dan strategi harus diwujudkan dengan tindakan yang terukur agar kita dapat maju dan mengembangkan tujuan kita. Tindakan yang terukur adalah hasil dari komitmen dan strategi yang matang. Dalam mengembangkan suatu tujuan yang jelas sangat membutuhkan komitmen, strategi dan tindakan yang terukur. Apakah anda sudah melakukan tiga hal ini untuk mengembangkan tujuan anda? (DW)
Questions:
1. Bagaimana cara kita maju dan mengembangkan tujuan?
2. Mengapa kita harus memiliki komitmen, strategi dan tindakan terukur untuk maju dan berkembang?
Values:
Seorang warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang menyadari tanpa komitmen, strategi dan tindakan terukur, ia tak akan dapat maju dan mengembangkan tujuan hidupnya.
Kingdom Quote:
_Setiap orang bertanggung jawab untuk mengembangkan tujuan hidupnya._

*King’s Sword* Tanggal: 17 November 2021 Hari: Rabu Bacaan Alkitab Setahun: Yoh 11:33-57 Yeh 5-7 Via Audio: https://youtu.be/5a-s8Mzbs80 h...