23 Agustus 2021

 *King's Sword*

*Tanggal: 23 Agustus 2021*
Hari: Senin

Bacaan Alkitab Setahun:
Luk 8:26-56
Maz 110-112

*PERLUNYA KEADAAN TIDAK NYAMAN*

"_Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang balk dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu_" Matius 25:23.
Anda mungkin pernah mendengar kisah para pemenang lotre di negara Amerika Serikat yang mendapat uang dengan jumlah sangat besar secara mendadak, yang terjadi kemudian adalah justru dalam waktu yang singkat hidupnya bangkrut dan menjadi lebih miskin dari semula.
Anda mungkin juga pernah mendengar kisah bahwa pada umumnya perusahaan keluarga hanya bertahan tiga generasi. Generasi pertama yaitu sang kakek, adalah pendiri perusahaan, ia memulai dengan susah payah, dengan segala perjuangan. la berusaha keluar dari kemiskinan dan kekurangan berusaha bekerja sendiri dengan sedikit pegawai. Generasi kedua, mengembangkan dengan mulai memakai manajemen modern dan cara pemasaran modern sehingga berkembang menjadi perusahaan modern. Generasi ketiga yang sudah lahir dari keadaan yang serba nyaman justru menghancurkan karena ingin mendapat keuntungan dengan cepat tanpa perjuangan lalu melakukan banyak investasi tanpa perhitungan yang cermat. Pertanyaannya, mengapa ini bisa terjadi? Jawaban adalah sebenarnya sederhana, jiwa manusia akan kuat bila ditempa oleh keadaan yang tidak nyaman tetapi menjadi lemah jika mendapat fasilitas tanpa banyak usaha. Hal ini berakibat jika mendapatkan harta dengan mudah tanpa perjuangan akan berakibat cepat pula menghabiskan. Dengan mendapatkan harta dengan perjuangan dan susah payah maka dengan sendirinya akan berhati- hati memakainya.
Salomo telah menuliskan kecenderungan ini ribuan tahun yang lalu, "_Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya_" (Amsal 13:11). Di dalam perumpamaan talenta, dengan jelas Yesus mengajarkan untuk kita setia dan bertanggung jawab dimulai saat dipercayakan harta yang kecil. Jika kita bisa dipercaya dengan harta yang sedikit maka, kita akan setia saat dipercaya harta yang lebih banyak. Setia di sini artinya adalah kemampuan untuk mengelola dan bertanggung jawab secara benar. Keadaan jiwa kita akan lemah jika terus di dalam keadaan yang nyaman, paralel dengan keadaan iman kita.
Jika kita selalu di dalam keadaan yang nyaman, iman kita tidak bisa bertumbuh menjadi dewasa. Namun bila kita mengalami banyak tantangan di dalam hidup ini, maka seperti ada semacam ujian yang mengharuskan kita belajar setia, taat, dan percaya walaupun belum melihat. Dengan demikian "keadaan tidak nyaman" sangat diperlukan untuk pertumbuhan iman dan karakter kita sebagai orang Kristen. Sehingga pada akhirnya Tuhan menyambut kita dan dapat berkata, "_Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan-Ku_."(DD)
Question:
1. Benarkah zona nyaman justru melemahkan jiwa manusia, sehingga berakibat manusia mudah gagal dalam berusaha? Apa alasannya?
2. Lalu keadaan yang bagaimana yang seharusnya yang dapat menguatkan jiwa manusia?
Values:
Sikap bertanggung jawab adalah tanda kedewasaan bagi warga kerajaan sorga.
Kingdom Quote:
_Pertumbuhan iman memerlukan situasi penuh tantangan dan perjuangan bukan keadaan mulus tanpa hambatan._

22 Agustus 2021

 

BERSINERGI BAGI BANGSA

“Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang,
dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN,
sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.”

Yeremia 29:7

Kemerdekaan adalah sebuah keadaan bebas dari penjajahan, perhambaan dan sebagainya. Inilah yang diproklamasikan oleh Bung Karno dan Bung Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 yang mewakili Indonesia menyatakan diri sebagai bangsa dan negara yang merdeka.
Kemerdekaan tentunya bukan sekedar hasil usaha satu atau dua orang pribadi, bukan juga sekedar satu atau dua golongan semata, melainkan seluruh aspek dan golongan yang ada di bangsa ini, termasuk umat Kristiani (Kristen dan Katholik).
Sebut saja beberapa nama seperti Martha Christina Tiahahu, Agustinus Adisucipto, Herman Johannes, Jamin Ginting, John Lie, Robert Wolter Monginsidi, Sam Ratulangi, Yos Sudarso, Urip Sumoharjo, Tahi Bonar Simatupang dan masih banyak tokoh-tokoh lainnya. Hal ini membuktikan bahwa umat Tuhan bukan sekedar ‘berpangku tangan’ dan menikmati alam kemerdekaan, melainkan turut serta dalam perjuangan dengan seluruh elemen bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Hari ini, tujuh puluh enam tahun kita menikmati kemerdekaan. Sekalipun disertai dengan tantangan dari dalam akibat rongrongan pihak-pihak tertentu yang berupaya menanamkan faham dan idealisme mereka yang bertentangan dengan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, atau kelompok-kelompok tertentu yang ingin mengeruk keuntungan, kita tetap melihat Indonesia terus membangun dan bergerak menuju negara maju, bahkan adijaya.
Jika di masa lalu kita melihat bukti sejarah peran yang signifikan dari umat Tuhan di masa perjuangan kemerdekaan, bagaimana dengan masa sekarang ini? Peranan apakah yang dilakukan umat Tuhan dalam perjuangan mengisi kemerdekaan?
Salah satu jawaban atas pertanyaan tersebut di atas adalah dengan cara bersinergi dengan pemerintah. 'Sinergi' berasal dari bahasa Yunani synergos yang berarti rekan sekerja. 'Sinergi' adalah suatu bentuk dari sebuah proses atau interaksi yang menghasilkan suatu kombinasi yang harmonis sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang optimum. Ada empat hal yang perlu kita perhatikan dalam hal bersinergi dengan pemerintah.

  1. Diawali dengan Kesadaran bahwa Pemerintahan itu Berasal dari Allah
    Kita tidak lagi dapat menghitung sudah berapa banyak narasi yang dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu yang kontra dengan pemerintah, baik narasi cetak, lisan maupun digital yang berupaya untuk menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap kinerja dan program pemerintah, ambil contoh yang mudah dan di depan mata kita adalah terkait penanganan COVID-19 dan program vaksinasi.
    Segala macam bentuk hoaks beredar demikian cepat di media-media sosial sehingga mengakibatkan ‘kebodohan berjamaah’ masyarakat yang termakan hoaks; di mana sampai hari ini masih ada orang yang percaya bahwa COVID-19 itu tidak ada, dan menolak vaksinasi.
    Sebagai orang Kristen tentu kita jangan sampai mengikuti jejak mereka. Kita perlu bersinergi, bekerja bersama-sama mendukung program pemerintah, jika kita percaya bahwa pemerintahan itu berasal dari Allah. (Roma 13:1) Ingatlah bahwa pemerintah bukan musuh kita! Pemerintah dan kita memiliki tujuan yang sama, yakni kesejahteraan rakyat. (Yeremia 29:7)

  2. Diawali dengan Mendoakan Pemerintah
    Sebagian dari kita mungkin bertanya, “Saya bukan pemilik modal besar, saya tidak bergerak dalam sektor industri, hanya seorang pegawai biasa. Bagaimana saya dapat bersinergi dengan Pemerintah?” Siapapun kita, apapun jenis pekerjaan dan usaha kita, semua dapat bersinergi dengan pemerintah dalam mengisi pembangunan. Ada tiga cara yang pasti dapat dilakukan oleh semua orang percaya, yakni: berdoa, berdoa dan berdoa!

    “Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita,..”
    1 Timotius 2:1-3

    Jangan pernah jemu berdoa bagi bangsa dan negara serta pemerintah. Justru di masa-masa yang genting seperti inilah kita semakin gencar, tekun dan semangat mendoakan pemerintah dalam perang melawan penyakit COVID-19 serta resesi ekonomi secara global yang merupakan salah satu dampak langsung yang dialami akibat pandemi yang sudah berlangsung sejak Maret 2020 yang lalu.
    Berapa banyak dana yang telah dikucurkan pemerintah dalam menanggulangi pandemi COVID, yang seharusnya dapat digunakan untuk melaksanakan pembangunan baik infrastruktur, sumber daya manusia, sumber daya alam dan yang lainnya.
    Kita percaya bahwa setiap doa-doa kita bagi bangsa, negara dan pemerintah yang kita naikkan kepada Bapa di Sorga tidak akan pernah sia-sia. Doa-doa umat Tuhan terbukti telah berkali-kali meloloskan bangsa Indonesia dari prediksi dan ancaman menjadi negara yang kolaps dan bangkrut, akibat resesi ekonomi. Kita mempertahankan bangsa Indonesia dengan doa-doa kita.

  3. Memenuhi Kewajiban-Kewajiban Kita sebagai Warganegara
    Dalam Alkitab kita mendapati sebuah ajaran Tuhan Yesus yang sangat menarik tentang kewajiban kita terhadap pemerintah.

    “Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?"
    Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya.
    Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar."
    Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."

    Matius 22:17-21

    Pemerintah dalam membangun bangsa dan mewujudkan kesejahteraan rakyatnya tentu membutuhkan dana yang besar untuk pembangunan, dan salah satu sumber pendapatan yang besar adalah pembayaran pajak. Tidak patut bagi umat Tuhan yang taat kepada Tuhan, tetapi melarikan diri dari kewajiban membayar pajak atau malahan menjadi pengemplang pajak.
    Ajaran Tuhan Yesus sederhana, berikan kepada Allah apa yang menjadi milik Allah, dan berikan kepada Kaisar (baca: pemerintah) apa yang wajib kita berikan kepada pemerintah.
    Dengan taat membayar pajak kita sedang bersinergi dengan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan nasional.

  4. Melakukan Investasi di Dalam Negeri Sendiri
    Selain dari pendapatan pajak, modal pembangunan juga diperoleh pemerintah dari investasi (penanaman modal). Banyak negara maju (super power) membiayai pembangunan dan industri melalui investasi warga negaranya di dalam pasar modal. Sedangkan pendanaan pembangunan di Indonesia sampai hari ini paling banyak berasal dari sektor perbankan. Pemerintah sedang mendorong warga negara Indonesia untuk melakukan investasi. Itu sebabnya sekarang ini kita menemukan banyak sekali aplikasi-aplikasi yang memudahkan masyarakat untuk melakukan investasi; bahkan dengan modal awal yang sangat kecil dan dapat dijangkau oleh semua kalangan.
    Tentunya motivasi yang benar dalam berinvestasi adalah mengembangkan sumber daya yang telah dipercayakan Tuhan, bukan hanya mencari keuntungan besar dalam waktu singkat yang dapat membuat seseorang lupa berdoa dan bersekutu dengan Tuhan.
    Tanpa disadari, lewat investasi kita turut serta membiayai pembangunan di sektor infrastruktur dan industri lainnya melalui modal yang ditaruh masyarakat di pasar modal atau surat berharga yang dikeluarkan negara, di mana tentunya hasil investasi tersebut dapat dituai di masa depan. (DL)

"Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:
biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,
ia menyediakan rotinya di musim panas,
dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen."
 Amsal 6:6-8

 *King's Sword*

* Tanggal: 22 Agustus 2021*
Hari: Minggu

Bacaan Alkitab Setahun:
Luk 8:1-25
Maz 107-109

*KASIH DAN KEBENCIAN*

_"Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran" Amsal 10:12_
Salah satu kebutuhan hidup manusia adalah dikasihi untuk mengasihi. Manusia menerima kasih TUHAN kemudian mengaplikasikannya dengan saling mengasihi di antara sesama manusia. Kasih dan kebencian sangat bertolak belakang. Apakah kita bisa mengasihi sekaligus membenci? Kita tidak mungkin melakukan keduanya secara bersamaan. Kita tidak mungkin mengasihi sekaligus membenci seseorang atau sesuatu secara bersamaan. Mau tak mau kita harus memilih salah satu di antaranya. Mengapa ada orang memiliki kasih? Mengapa ada orang hidupnya penuh dengan kebencian? Mari kita belajar tentang kasih dan kebencian.
Yang pertama, kasih. Sesungguhnya kasih yang sejati berasal dari ALLAH (1 Yoh4:7). Kasih ALLAH tidak terbatas. Kasih ALLAH menembus batas-batas yang mencoba membatasi kita; batas-batas kesenjangan sosial, batas-batas rasial, batas-batas perbedaan pandangan dan pola pikir serta batas-batas yang lain sanggup diterjang dengan kasih ALLAH. Orang yang penuh dengan kasih berasal dari ALLAH (1 Yoh 4:7). Bagaimana kita mengaplikasikan kasih? Kita harus hidup di dalam kasih. Arti hidup di dalam kasih adalah tetap berada di dalam ALLAH. Hidup di dalam kasih juga berarti ALLAH tinggal di dalam din kita (1 Yoh 4:16). Kasih itu mempersatukan. Kasih itu tidak memisahkan. Kasih itu menutupi aib. Kasih itu tidak mencemarkan aib orang lain dan diri sendiri. Kasih itu melindungi. Kasih itu membangun. Kasih itu tidak menghancurkan.
Yang kedua, kebencian. Kebencian berasal dari iblis. ALLAH tidak pernah membenci manusia dan semua ciptaanNya. ALLAH hanya membenci iblis yang memberontak kepadaNya. ALLAH juga membenci dosa-dosa kita, namun sangat mengasihi kita. Sesungguhnya iblis adalah bapa pendusta (Yoh 8:44). Iblis tidak pernah mengasihi manusia. Iblis berusaha memperdaya manusia dengan berbagai macam cara karena iblis tahu masa depannya di neraka. Iblis mau manusia menemaninya di neraka. Iblis mau kita hidup dalam kebencian. Iblis mau kita hidup saling membenci. Ketahuilah bahwa hidup dalam kebencian adalah rencana iblis dalam hidup kita. Ketahuilah bahwa hidup dalam kebencian adalah hidup dalam dusta (1 Yoh 4:20). Kebencian itu memisahkan. Kebencian itu membuka aib. Kebencian itu merusak. Kebencian itu menghancurkan. Bagaimana kehidupan Anda sekarang? Siapakah yang tinggal di dalam hidup Anda? Apakah Anda tinggal di dalam kasih? Ataukah Anda hidup di dalam kebencian? Pilihan dan keputusan di tangan Anda. (DW)
Question:
1. Siapakah sumber kasih?
2. Siapakah sumber kebencian?
Values:
Seorang warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang mau hidup di dalam kasih ALLAH.
Kingdom Quote:
_Kita tidak mungkin mengasihi dan membenci secara bersama._

21 Agustus 2021

 *King's Sword*

*Tanggal: 21 Agustus 2021*
Hari: Sabtu

Bacaan Alkitab Setahun:
Luk 7:31-50
Maz 105-106

*LARI ATAU BERTAHAN*

_"Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun." Roma 14:19_
Ada sebuah dongeng (fabel) yang menceritakan mengapa kucing bermusuhan dengan anjing. Dikisahkan bahwa kucing dan anjing dulunya berteman akrab. Namun suatu hari kucing menipu anjing dan membuat anjing marah. Sejak itu, anjing membenci kucing. Kucing pun menjadi takut kepada anjing. Agar anjing tidak dapat mengendus jejak kucing dengan penciumannya yang tajam maka kucing pun menimbun kotorannya dengan tanah atau pasir. Cerita ini hanyalah dongeng belaka, namun hubungan kucing dan anjing sering menjadi kiasan bagi hubungan yang dipenuhi dengan rasa permusuhan. Misalnya hubungan Esau dan Yakub, karena Yakub telah memperdaya Esau untuk memperoleh hak kesulungan, sampai akhirnya membuat Esau menjadi marah besar (Kejadian 27).
Alkitab menceritakan bahwa Yakub kemudian berhasil melarikan diri. la pergi rumah kerabat ayahnya, yaitu Laban. Setelah bekerja beberapa lama pada Laban, Tuhan menyuruh Yakub pulang kampung (Kejadian 31:3), namun dalam perjalanannya tersebut Yakub akhirnya terpaksa harus bertemu lagi dengan Esau. Hal ini membuatnya takut karena ia teringat apa yang telah diperbuatnya dahulu dan betapa marahnya Esau kepadanya. la menjadi sangat takut kalau-kalau kakaknya itu akan balas dendam. Begitu takutnya Yakub pada Esau sampai-sampai ia mengatur barisan rombongannya sedemikian rupa (Kejadian 32:7). Yakub pun berdoa memohon kepada Tuhan agar ia dilepaskan dari tangan Esau (Kejadian 32:10). Meskipun akhirnya Esau menemui Yakub dengan aman dan mereka kembali berbaikan, namun Yakub sempat merasakan ketakutan yang luar biasa.
Umumnya ada dua cara yang biasanya dipilih orang untuk menyikapi suatu masalah, khususnya yang berkaitan dengan hubungan antar sesama kita. Pertama, seperti yg dilakukan oleh Yakub atau si kucing dalam dongeng di atas, yaitu melarikan diri. Cara ini memang lebih mudah, tetapi dampak ke depannya adalah sangat panjang, karena kita masih terus digelayuti oleh perasaan tidak tenang, dan dihantui perasaan bahwa suatu hari masalah tersebut akan muncul kembali dengan dampak yang lebih parah. Kedua, adalah dengan menghadapi masalah tersebut dan berusaha menyelesaikannya. Cara ini pada awalnya mungkin akan tampak lebih merepotkan dan menakutkan. Namun setidaknya masalah itu bisa segera diselesaikan, dan karena telah selesai maka akan mendatangkan damai sejahtera dan membangun masa depan yang lebih aman tanpa ada ketakutan akan masalah di masa lalu.
Jadi apakah respon kita ketika menghadapi masalah, khususnya dalam hubungan dengan orang lain? Apakah kita akan lari, ataukah bertahan untuk menghadapi dan menyelesaikannya? Apapun responnya, ingatlah bahwa respon kita akan menunjukkan kualitas diri hidup kita, sebab kualitas hidup bukan ditentukan seberapa besar konflik masalah yang ada, tetapi bagaimana cara kita menghadapinya. Respon kita tersebut juga menentukan bagaimana kita akan menjalani masa depan, apakah penuh dengan damai sejahtera dan berguna dalam hubungan, ataukah dihantaui ketakukan akan masa lalu dan penuh kebencian akan sesama.Amin. (YMH)
Question:
1. Mengapa Yakub merasa ketakutan saat akan bertemu dengan Esau?
2. Apa langkah yang Anda ambil ketika Anda mengalami masalah dengan orang lain?
Values:
Warga Kerajaan Allah yang sejati bukanlah _trouble maker_, melainkan _solution maker_.
Kingdom Quote:
_Kualitas hidup bukan ditentukan seberapa besar konflik masalah yang ado, tetapi bagaimana cara kita menghadapinya._

20 Agustus 2021

 *King's Sword*

* Tanggal: 20 Agustus 2021*
Hari: Jumat

Bacaan Alkitab Setahun:
Luk 7:1-30
Maz 103-104

*HUBUNGAN HATI ATAU TRANSAKSIONAL?*
"Mefiboset menjawab kepada raja, "Biarlah dia mengambil semuanya, sebab tuanku raja sudah pulang dengan selamat ke dalam istana" (AYT - 2 Samuel 19:30)
Mefiboset adalah anak Yonatan yang diangkat oleh Daud menjadi anaknya karena mereka mengikatkan diri pada janji sehingga Daud berkewajiban untuk melaksanakan janjinya itu. Daud tidak melihat kondisi apapun pada diri Mefiboset karena kita tahu bahwa dia adalah cacat dan timpang kakinya. Namun perlakuan pembantu keluarga Saul yaitu Ziba yang curang serta culas dan bermaksud menguasai ladang milik Mefiboset, sungguh menyedihkan. la memfitnah Mefiboset di hadapan Daud. Fitnahnya sungguh kejam yaitu menuduh Mefiboset melakukan pemberontakan kepada Daud ketika Daud dalam posisi melarikan diri dari pemberontakan anaknya, Absalom. Saat Daud kembali dari pelariannya dan dalam kemenangannya kembali ke Yerusalem Mefiboset menyongsongnya dan saat itulah Daud berkata bahwa ia terlanjur membagi ladang keluarga Saul dengan Ziba. Tahukah kita apa jawaban Mefiboset? Apakah dia marah? Apakah dia kecewa? Apakah dia mengutuki raja Daud? Atau ia benci kepada pembantunya tersebut? Tidak! la tidak melihat harta pusakanya sebagai milik yang harus dipertahankan sebab sukacitanya adalah melihat raja Daud pulang dengan selamat. Itulah hati yang mengasihi dan hati yang tulus.
Hubungan Mefiboset dan Daud tidak lagi dilandaskan kepada hubungan transaksional tetapi hubungan hati. Saat hati Mefiboset mengasihi Daud, maka harta tidak lagi menjadi yang terutama. Hati seperti ini bersukacita melihat Daud pulang dengan selamat. Mefiboset adalah contoh terbaik dalam hubungan kita dengan Tuhan.
Kalau landasan hubungan kita transaksional maka kita suka "mengancam" Tuhan dengan doa-doa yang penuh dengan kepentingan pribadi. Apabila Tuhan tidak menjawab doa kita maka kita biasanya juga tidak rajin berdoa lagi. Padahal Tuhan menginginkan kita sungguh-sungguh tulus mengasihinya sebagaimana Mefiboset mengasih Daud.
Landaskan hubungan kita dengan Tuhan pada hubungan cinta. Mengapa cinta? Sebab kata ini sangat kuat untuk menggambarkan hubungan yang indah dari sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta. Mereka tidak mau terpisahkan. Mereka dengan tulus saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Inilah hubungan yang tidak tendensius untuk mencari kesenangan pribadi. Bisakah itu kita lakukan dalam kaitan hubungan kita dengan Tuhan? (DH)
Question:
1. Periksalah hubungan Anda dengan Tuhan, apakah dilandaskan pada transaksional ataukah hati?
2. Mengapa hubungan hati itu berkaitan dengan cinta?
Values:
Hubungan hati adalah esensi hubungan dalam Kerajaan Allah.
Kingdom Quote:
_Saat hati mengasihi, maka harta tidak lagi menjadi yang utama._

19 Agustus 2021

 *King's Sword*

* Tanggal:19 Agustus 2021*
Hari: Kamis
Bacaan Alkitab Setahun:
Luk 6:27-49
Maz 100-102


*TIKHIKUS — SAHABAT SEJATI*

"_Semua hal ihwalku akan diberitahukan kepada kamu oleh Tikhikus, saudara kita yang kekasih, hamba yang setia dan kawan pelayan dalam Tuhan_" Kolose 4:7
Tikhikus. Apa? Siapa Tikhikus itu? Itulah pertanyaan spontan yang dilontarkan bila kita menyebut nama "Tikhikus". Saya yakin Anda tidak akan memilih nama ini untuk Anak Anda, kendati nama ini ada di Alkitab. Tikhikus mempunyai reputasi yang cukup baik. Paulus sendiri menyebutnya dengan "hamba yang setia" dan "kawan pelayan dalam Tuhan".
Kalau saya mencari teman, saya akan mencari teman seperti model Tikhikus ini. Mengapa? Sebab dia adalah model teman yang setia dan selalu menemani saat kita berada dalam kesusahan. Ingat, saat itu Paulus berada dalam penjara ketika ia menyebut Tikhikus dengan "hamba yang setia" atau "kawan".
Paulus bukanlah hamba Allah yang rohaninya selalu berada di puncak. Kadangkala ia letih. Kadangkala ia lelah, juga capek secara fisik dan mental menghadapi ancaman dan teror orang-orang yang memusuhi Injil. Apalagi teman-temannya sebagian meninggalkannya dan tidak mempedulikan dia lagi. Pada saat itulah ia membutuhkan seorang sahabat yang mau mengerti dia. Salah satu yang dia temukan adalah Tikhikus.
Saya yakin Tikhikus datang sebagai sobat yang mampu memberikan penghiburan kepadanya. Firman Tuhan berkata, “_Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara_"(Ams. 18:24). Dua jenis teman disebutkan di sini: yang mendatangkan kecelakaan dan yang karib alias yang dapat memberikan penghiburan kepadanya. Dan semua orang Kristen yang kita temui adalah sahabat kita, namun sayangnya tidak semuanya adalah baik. Sebagian dari mereka adalah parasit yang hanya mencari keuntungan diri sendiri. Mereka bukanlah orang Kristen yang bertipe Tikhikus.
Marilah kita menjadi teman yang baik bagi saudara kita. Perhatikanlah segala kesusahan mereka dan datanglah kepadanya, sebab saat itulah ia membutuhkan Anda. Setidak-tidaknya sepatah kata yang lemah lembut akan memberikan penghiburan kepadanya. Jadilah sahabat yang baik bagi teman-teman kita. Sahabat yang baik itu selalu menemani dan memberikan penghiburan disaat temannya mendapatkan kesusahan. (DH)
Question:
1. Bagaimana ciri sahabat yang baik itu?
2. Mengapa kita harus menjadi sahabat yang baik?
Values:
Sahabat yang baik itu selalu menemani dan memberikan penghiburan di saat temannya mendapatkan kesusahan.
Kingdom Quote:
_Sahabat sejati adalah kawan di saat susah._

18 Agustus 2021

 *King's Sword*

*Tanggal:18 Agustus 2021*
Hari: Rabu

Bacaan Alkitab Setahun:
Luk 6:1-26
Maz 97-99

*MELARANG ATAU MENDORONG ANAK?*

_"Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya la menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Ketika Yesus melihat hal itu, la marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah." Markus 10:13-14_
Salah satu dampak yang besar terjadi pada masa pandemik ini adalah pembatasan kelompok orang beribadah. Salah satu kelompok yang mengalami dampak adalah anak-anak, karena anak-anak pada kelompok usia di bawah 12 tahun dilarang untuk datang ke gereja. Tentu bisa kita bayangkan bahwa tidak mudahnya bagi anak untuk menghadapi situasi ini. Saat anak-anak tersebut terpaksa harus mengikuti kegiatan ibadah secara _online_, maka seringkali terdengar respon mereka yang begitu kangen untuk bertemu dan beribadah bersama.
Tidak mudah menumbuhkan minat, perhatian, antusias anak untuk mengikuti ibadah secara online, sangat dibutuhkan kesediaan orang tua untuk mendampingi, men-_support_ dan mendorong anak untuk mengikuti hal tersebut. Di satu sisi anak-anak dilarang untuk keluar beribadah secara langsung, tetapi di sisi lain orang tua perlu mendorong agar anak-anak tetap memiliki kerinduan beribadah kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Sekedar melarang mereka keluar beribadah _onsite_ tanpa memberikan dorongan yang sungguh-sungguh akan memberi dampak yang besar terhadap munculnya situasi yang disebut _Lost Generation_ pada gereja.
Firman Tuhan hari ini menunjukkan sebuah situasi yang berhubungan dengan anak. Ada 3 respon bisa dipelajari di sana. Respon pertama yaitu ada para orang tua yang dengan penuh kerinduan membawa anak-anak mereka kepada Yesus. Mereka adalah para orang tua yang sadar bahwa bukan hanya mereka orang dewasa yang bisa merasakan kehadiran dan karya Tuhan Yesus pada waktu itu. Mereka memiliki kerinduan agar anak-anak juga mengalami arti kehadiran Yesus.
Tetapi kemudian kita melihat respon yang lain, yaitu para murid-Nya yang justru melarang anak-anak tersebut datang kepada Yesus. Tentunya sebuah ironi, para murid, yang mungkin saat ini mewakili simbol: orang tua, orang dewasa, atau bahkan aktivis-aktivis pelayanan justru melarang anak-anak tersebut untuk memiliki pengalaman relasi dengan Tuhan. Mengapa demikian? Alasan utama orang tua kerap melarang anaknya melakukan sesuatu adalah: dianggap belum berhak, belum perlu atau pantas menerima sesuatu karena masih terlalu kecil atau dianggap mengganggu, bikin keonaran. Tetapi respon Yesus adalah justru meminta agar anak-anaktersebut datang kepada-Nya, dan bahkan memberkati mereka.
Pertanyaan untuk kita para orang tua dalam aspek kualitas relasi anak dengan Tuhan; Anda tipe melarang atau justru mendorong dengan segenap hati? (HA)
Question:
1. Sudahkah Anda mengenalkan anak-anak kepada Tuhan Yesus?
2. Dukungan seperti apa yang Anda berikan supaya anak-anak mau mengenal Tuhan lebih dalam?
Values:
Miliki kerinduan seperti Yesus yang mendekatkan dan mengenalkan anak-anak kepada-Nya.
Kingdom Quote:
_Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam. (Mazmur 8:2)_

*King’s Sword* Tanggal: 17 November 2021 Hari: Rabu Bacaan Alkitab Setahun: Yoh 11:33-57 Yeh 5-7 Via Audio: https://youtu.be/5a-s8Mzbs80 h...