07 November 2021

 *King’s Sword*

Tanggal: 7 November 2021
Hari: Minggu

Bacaan Alkitab Setahun:
Yoh 6:41-71
Yer 40-42


*IMAGINE*

_“Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku”_ (Roma 7:21-23).
Setiap bulan September dunia memperingati 50 tahun lagu fenomenal berjudul 'imagine' yang dikarang dan dinyanyikan oleh John Lennon.
Banyak yang mengecam John Lennon saat ia mengarang dan menyanyikan lagu ini. Ia dianggap seorang yang berideologi komunis dan anti agama. Padahal kalau kita amati dia protes pada keadaan dunia yang carut-marut karena adanya perang antar negara disebabkan karena ideologi dan Agama dan juga adanya bahaya kelaparan dan kemiskinan. Ia mengimpikan keadaan damai di dunia, bukan nanti di surga, ini tertulis jelas pada lirik lagunya: ‘Bayangkanlah tak ada surga; Mudah jika kau mau berusaha; Tak ada neraka di bawah kita; Di atas kita hanya ada langit; Bayangkanlah semua orang; Hidup hanya hari ini...; Bayangkanlah tak ada negara; Tidak sulit melakukannya; Tak ada alasan untuk membunuh dan terbunuh; Juga tak ada agama; Bayangkan semua orang; Menjalani hidup dalam damai...; Bayangkan tak ada harta benda; Aku ragu apakah kau mampu; Tak perlu rakus atau lapar; Persaudaraan manusia; Bayangkan semua orang; Berbagi dunia ini; Mungkin kau kan berkata aku seorang pemimpi; Namun aku bukanlah satu-satunya; Kuharap suatu saat kau kan bergabung dengan kami; Dan dunia akan bersatu.’
Kalau kita simak liriknya, John sedang mengasumsikan bahwa kedamaian dunia, persaudaraan antar manusia dan persatuan dunia, akan terjadi bila tak ada negara, tak ada agama, tak ada kepemilikan harta, John berasumsi bahwa, adanya negara, agama dan hukum kepemilikan harta adalah sumber terjadinya pembunuhan dan kemiskinan keserakahan.
Apakah asumsi John ini benar? Menurut saya akar dari permasalahan adalah benih dosa yang melekat pada manusia, sehingga sebagus apapun manusia berupaya menciptakan kedamaian dunia, seperti adanya badan PBB (UN) sekalipun tak bisa menciptakan perdamaian dunia.
Jadi sebenarnya dengan adanya agama, negara, hukum dan hukum kepemilikan harta, termasuk adanya badan PBB, adalah USAHA MANUSIA untuk menciptakan kedamaian. Tapi semua usaha manusia gagal karena kuasa dosa yang melekat pada manusia adalah penyebab utamanya. Agama, negara dan hukum adalah usaha sia-sia yang hanya meredam. Dan John Lennon melihat sisi lain dari usaha sia-sia ini (agama, negara dan hukum) sebagai penyebab.
Tetapi justru jika tak ada agama, negara dan hukum maka dunia akan semakin kacau balau.
Imagine adalah gambaran surga yang terhilang di hati manusia, akibat kuasa dosa. (DD)
Questions:
1. Benarkah penyebab pertikaian adalah adanya negara dan agama?
2. Apa sebenarnya penyebab ketidakdamaian di dunia ini ?
Values:
Impian John kedamaian di dunia seperti kedamaian di surga sebenarnya adalah impian warga kerajaan juga.
Kingdom Quote:
_Usaha manusia untuk supaya tercipta kedamaian di dunia adalah dengan menciptakan hukum agama dan hukum negara._

06 November 2021

 *King’s Sword*

Tanggal: 6 November 2021
Hari: Sabtu

Bacaan Alkitab Setahun:
Yoh 6:25-40
Yer 37-39


*MEMPRAKTIKKAN KASIH DAN PENGAMPUNAN*

_“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.�” (Kolose 3:13)_
Kasih dan pengampunan perlu senantiasa ada di dalam kehidupan bergereja agar gereja menjadi sehat dan bertumbuh. Setiap jemaat dapat memiliki hubungan yang indah dan harmonis di dalam Kristus. Dalam artikelnya yang berjudul “Mengampuni : kuasa untuk merubah masa lalu”�, Lewis Smedes menulis, “Ketika Anda mengampuni seseorang, berarti Anda memperbarui ingatan Anda tentang diri orang tersebut.” Namun tidak sedikit orang yang menolak untuk mengampuni, meski tahu bahwa mengampuni itu mulia, bahkan bermanfaat!
Bagi Paulus, pengampunan seperti peperangan. Jika orang Kristen tidak mau saling mengampuni, itu berarti memberi Iblis kesempatan untuk memecah belah tentara Kristus. Paulus mendorong jemaat Kristus untuk tidak menimbulkan kepahitan, walau orang tersebut bersalah terhadap jemaat. Orang yang bersalah memang harus ditegur! Tetapi jangan berhenti sampai di situ. Harus diingat juga perlunya pengampunan. Tindakan mengampuni menegaskan pengampunan Allah dalam diri orang itu. Efesus 4:31-32, “_Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu_.”
Bila saat ini Anda mengingat seseorang yang bersalah terhadap Anda, ingatlah supaya kamu saling mengampuni, sebagaimana Kristus telah mengampuni kamu. Dalam kehidupan bergereja pasti ada anggota jemaat yang berbuat salah. Terhadap jemaat demikian, marilah kita mempraktikkan kasih dan pengampunan. Marilah kita menegur dengan kasih yang lemah lembut, mengampuni mereka yang bersalah, dan menghibur mereka yang lemah dan terpuruk agar mereka dipulihkan, diterima kembali dalam komunitas, dan bangkit dari keterpurukannya.
2 Korintus 1:12, “_Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah_.” Amin (AU)
Questions:
1. Apakah Anda adalah orang yang suka mengampuni Mengapa?
2.Menurut Anda, mempraktikkan kasih dan pengampunan itu bagaimana?
Values:
Marilah kita menegur dengan kasih yang lemah lembut, mengampuni mereka yang bersalah, dan menghibur mereka yang lemah dan terpuruk agar mereka dipulihkan.
Kingdom Quote:
_Kasih yang berdampak itu yang dipraktikkan, bukan sekedar dibicarakan._

05 November 2021

 *King’s Sword*

Tanggal: 5 November 2021
Hari: Jumat

Bacaan Alkitab Setahun:
Yoh 6:1-24
Yer 34-36

*HIDUP YANG BERPUSAT PADA KRISTUS*

_Karena kami tidak pernah bermulut manis — hal itu kamu ketahui — dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi — Allah adalah saksi -- juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus” (1 Tesalonika 2:5-6)._
Menyertakan Allah dalam sebuah pengakuan itu adalah suatu hal yang tidak main-main. Namun Paulus berani menyatakan itu bahwa ia tidak pernah bermulut manis dan tidak ada maksud loba yang tersembunyi. Artinya ia berani menjamin ketulusan hatinya. Ia juga tidak mencari pujian dari manusia karena pelayanan yang tulus hanya fokus kepada tugas yang Tuhan berikan.
Inilah hidup yang berpusat pada Kristus. Kemanapun ia berputar maka putarannya menuju kepada Kristus. Ke arah kemanapun ia melangkah arah hidupnya untuk Kristus. Jadi segala apapun yang dikerjakan dilandasi pada ketulusan hati yang tidak dapat dipungkiri lagi sebab Allah sanggup untuk memeriksa hati kita yang paling dalam sekalipun.
Setiap keinginan untuk pemujaan bagi dirinya sendiri pastilah akan berakhir ke dalam bencana. Ketika manusia mengejar popularitas bagi dirinya sendiri maka akan berakhir pada malapetaka. Sama ketika Lucifer, Sang Putra Fajar, ketika ia berada di tempat yang istimewa sebagai malaikat yang memimpin penyembahan di surga, namun ia tergoda untuk mencari kemuliaan bagi dirinya sendiri, maka Allah melemparkannya ke bumi dan menjadi setan. Godaan pemujaan bagi dirinya sendiri pasti akan berakibat fatal.
Kita mempunyai akun di berbagai media sosial. Ingat, ini bukanlah tempat untuk mencari pemujaan bagi diri sendiri. Namun inilah tempat kita berkarya bagi kemuliaan Kristus. Temukan jiwa-jiwa terhilang di sosial media. Hubungi teman-teman yang sudah jauh dari Tuhan. Carilah mereka yang terhilang supaya kita bisa membawa mereka kepada Kristus. Bukan berarti kita sama sekali tidak boleh “eksis” di dunia sosial media, tetapi eksistensi kita harus ada misinya. Bukan misi bagi diri sendiri. Misinya harus bermuatan kemuliaan bagi Kristus.
Jadilah pelayan Tuhan yang bermotif lurus dan tidak tenggelam dalam ambisi pribadi. Lakukanlah dengan motif untuk kemuliaan-nya bukan untuk kemuliaan diri kita. Kalau kita bekerja lakukanlah bukan sekedar untuk memenuhi kebutuhan kita dan keluarga kita tetapi untuk kemuliaan Tuhan. Jika kita berputar bergerak dan melakukan apa saja terarah kepada Kristus maka semua ego kita akan menjadi hancur.
Apa kata Alkitab, “… Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”� (1 Kor. 10:31). (DH)
Questions:
1. Mengapa hidup harus berpusat pada Kristus?
2. Godaan apa saja yang membuat hidup kita gagal berpusat pada Kristus?
Values:
Bencana diawali ketika hidupmu mulai berpusat pada diri sendiri.
Kingdom Quote:
_Kekristenan sejati bukanlah hidup untuk diri sendiri._

04 November 2021

 *King’s Sword*

Tanggal: 04 November 2021
Hari: Kamis

Bacaan Alkitab Setahun:
Yoh 5:24-47
Yer 32-33

*TEKAD SAJA TIDAK CUKUP*

_“Lalu Yosua memberi perintah kepada pengatur-pengatur pasukan bangsa itu, katanya: "Jalanilah seluruh perkemahan dan perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian: Sediakanlah bekalmu, sebab dalam tiga hari kamu akan menyeberangi sungai Yordan ini untuk pergi menduduki negeri yang akan diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk diduduki." (Yosua 1:10)_
Dalam iklim kehidupan ekonomi yang mendorong banyak orang menjadi _entrepreneur_, maka seringkali kita mendengar ada orang-orang atau motivator yang berkata bahwa hal awal terpenting untuk memulai usaha adalah tekad yang kuat. Namun dalam kenyataannya perjuangan seseorang untuk meraih keberhasilan seringkali tidak semulus yang diangankan. Berbagai tantangan yang ada kemudian kerapkali membuat banyak orang terhenti langkahnya dalam meraih cita-cita yang diharapkan. Apakah penyebabnya? Apakah tekadnya kurang kuat?
Kita sangat kerap terinspirasi dengan kisah dari Thomas Alva Edison yang dalam tekadnya menerangi malam, berusaha keras dengan ribuan kali percobaan dan kegagalan untuk menemukan lampu pijar yang stabil. Atau mungkin tokoh yang relatif lebih kekinian yaitu Jan Koum yang dengan tekad “American Dream” berusaha meraih kesuksesannya di Amerika Serikat. Perjuangan yang tidak mudah, sempat menjadi “gelandangan” (_homeless_), dan kemudian setelah perjuangan yang panjang berhasil mendirikan perusahaan yang bergerak dalam aplikasi komunikasi yang kita kenal dengan nama _Whats App_.
Rahasia keberhasilan mereka seringkali diformulakan secara sederhana yaitu tekad yang kuat. Tetapi di sisi lain ada banyak orang yang dengan tekad yang kuat saja ternyata belum berhasil. Apakah penyebab hal tersebut? Firman Tuhan yang kita baca hari ini merupakan bagian dari janji penyertaan bahkan keberhasilan dari Tuhan bagi Yosua dan bangsa Israel untuk memasuki tanah perjanjian. Bahkan beberapa kali Allah juga menguatkan tekad hati Yosua dengan beberapa kali berkata, kuatkan dan teguhkan hatimu. Seringkali ketika kita membaca pasal ini kita berhenti sampai dengan peneguhan tekad Tuhan. Padahal Firman Tuhan menggambarkan juga bagaimana respon Yosua terhadap karunia tekad Ilahinya, yaitu dengan melakukan upaya pengaturan/_organizing_ tim, kemudian melakukan persiapan (_planning and preparation_) sumber daya (bekal) yang dimiliki. Artinya Yosua tidak semata-mata mengandalkan tekad ilahi yang dimilikinya, melainkan berbagai tindakan-tindakan strategis, sistematis
berdasarkan semua sumber daya dan potensi yang dimiliki.
Untuk menjadi murid/mahasiswa yang berhasil perlu perencanaan dan tindakan belajar yang benar. Untuk menjadi pekerja atau pengusaha bahkan pelayanan yang berhasil membutuhkan apa yang disebut _self organizing_ yang konsisten. Tekad saja tidak cukup, Anda mengerti? (HA)
Questions:
1. Apakah untuk berhasil kita harus punya tekad yang kuat saja?
2. Selain tekad, hal apa yang harus Anda miliki untuk menjadi seorang yang sukses?
Values:
Untuk menjadi murid/mahasiswa yang berhasil perlu perencanaan dan tindakan belajar yang benar.
Kingdom Quote:
_Allah menjanjikan dan mengingikan kita berhasil, bagaimana dengan Anda?_

03 November 2021

 *King’s Sword*

Tanggal: 03 November 2021
Hari: Rabu

Bacaan Alkitab Setahun:
Yoh 5:1-23
Yer 30-31

*PEMULIHAN MENGHASILKAN MULTIPLIKASI*

_Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu." (Markus 16:7)_
Pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, maka pergilah para wanita yang begitu mengasihi Yesus ke kuburNya untuk meminyakiNya. Begitu terkejutnya para wanita ini ketika mendapati batu penutup kubur Yesus sudah terguling dan Yesus telah bangkit. Lalu para wanita ini masuk ke dalam kubur Yesus dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut, tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia. Ia juga memerintahkan para wanita ini untuk pergi memberitakan kepada murid-murid yang lain dan juga kepada Petrus.
Nama Petrus sengaja disebut pada ayat ini karena Tuhan sangat mengasihi Petrus dan ingin memberikan kesempatan kepada Petrus untuk bertobat dan berbalik. Petrus yang merasa sangat berdosa telah menyangkal Tuhan Yesus, ia berfikir bahwa hidupnya sudah tidak berguna lagi bagi kerajaan Allah, ia ingin kembali kepada pekerjaannya yang lama sebagai penjala ikan (Yohanes 21:3).
Setelah semalam-malaman mereka menjala ikan dan tanpa mendapatkan satu ekorpun ikan. Lalu ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada.” Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.
Tuhan sendiri yang datang secara pribadi kepada Petrus. Pengalaman ini membawa Petrus pada memori perjumpaannya pertama kali dengan Yesus. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Sebagaimana 3 kali Petrus menyangkal Yesus, demikian pula Yesus bertanya 3 kali kepadanya. Sebuah tanggung jawab dan kepercayaan yang Tuhan berikan kepada Petrus untuk menggembalakan domba-dombaNya. Kepercayaan yang Tuhan berikan membawa pemulihan pada hidup Petrus. Dan pemulihan itu menghasilkan multiplikasi dimana ketika Petrus berkhotbah dengan berani dan berapi-api ada 3000 orang bertobat (Kisah Para Rasul 2:14-47), Petrus yang menyangkal Yesus di hadapan budak wanita justru semakin berani menghadapi Mahkamah Agama demi membela imannya (Kisah Para Rasul 4:1-22) dan ada manifestasi kuasa Allah yang mampu menyembuhkan orang sakit lumpuh (Kisah Para Rasul 3:1-10).
Jika saat ini kita merasa sangat berdosa dan sudah tidak berguna lagi bagi kerajaan Allah, ingatlah akan perjumpaan kita dengan Yesus maka Ia akan memberikan kepada kita kesempatan dan
kepercayaan sehingga hidup kita dipulihkan dan multiplikasi terjadi melalui hidup kita. Amin. (RSN)
Questions:
1. Mengapa Petrus ingin kembali kepada kehidupannya yang lama?
2. Bagaimana Tuhan hadir kembali ke dalam hidup Petrus?
Values:
Tuhan Yesus senantiasa memberikan kepada kita kesempatan-kesempatan untuk kita berbalik kepadaNya saat kita jatuh.
Kingdom Quote:
_Pengalaman perjumpaan pertama dengan Yesus senantiasa mengingatkan kita akan zbegitu besarnya kasih Allah kepada kita._

02 November 2021

 *King’s Sword*

* Tanggal: 02 November 2021*

Bacaan Alkitab Setahun:
Yoh 4:31-54
Yer 27-29

*NINE ELEVEN*

_Maka kata Yesus kepadanya: "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku� (Matius 26:52-53)?_
Tanggal 11 September tahun 2021, dunia memperingati serangan pesawat sipil yang ditabrakkan oleh teroris ke menara kembar WTC, New York. Bagi mereka, serangan ini adalah bentuk 'unjuk gigi' kepada arogansi Amerika sebagai polisi dunia. Serangan ini pasti sudah direncanakan sejak lama dan secara matang, sehingga lolos dari pantauan intelijen Amerika. Pilot yang dididik di Amerika, sebagai penerbang pesawat Komersil, sudah disusupkan sejak lama dan sudah disiapkan secara mental untuk melakukan 'kamikaze' ala pilot Jepang.
Setelah 20 tahun apa yang dapat kita pelajari dari peristiwa ini? Nampaknya walau dunia semakin tua secara umur dan semakin modern secara ilmu pengetahuan, namun spiritualitas manusia tak pernah berubah. Sejarah kekerasan terus berulang. _Homo homoni lopus_, manusia serigala bagi manusia yang lain. Artinya spiritualitas umat manusia masih sama dari dulu sampai sekarang, hati manusia masih sekualitas serigala kelaparan yang tega memangsa dan mengalirkan darah sesamanya. Sejarah mencatat manusia tak pernah belajar dari sejarah, kesalahan yang sama terus diulang. Lalu apakah kita menyerah kalah? Lalu mengizinkan serigala menguasai hati kita dengan membalas 'kejahatan dengan kejahatan yang lebih kejam'?
Bisakah anjuran, kalahkan kejahatan dengan kebaikan dipraktikkan, atau 'nglurug tanpo bolo', menyerang tanpa tentara, menjadi solusi? Bukankah secara bijak manusia bisa berujar 'angkoro murko sirno dening pangastuti' , namun mengapa justru gigi ganti gigi, mata ganti mata, nyawa ganti nyawa yang selalu dipraktikkan? Bahkan sampai saat ini serigala yang haus darah tetap menguasai hati umat manusia. Itu sebabnya, peristiwa 9/11, menurut saya bisa kita peringati sebagai tanda kebodohan spiritualitas umat manusia.
Di kayu salib ada suara Anak Manusia bergema “Ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak apa yang mereka perbuat.” Sang Anak Manusia yang sanggup menurunkan malaikat sadar umat manusia akan tetap berhati serigala selamanya, jika Ia tidak berkorban memberi teladan sekaligus menghancurkan kutuk dosa, yaitu kuasa angkara murka. Ada serigala haus darah di hati manusia. Salib adalah jawaban dan cara cerdas Allah menghancurkan kutuk dosa, yaitu serigala ganas di hati sertiap manusia. Amin (DD)
Questions:
1. Pelajaran apa yang kita dapatkan dari peristiwa 9/11 di New York?
2. Benarkah peristiwa ini tanda kebodohan spiritualitas manusia?
Values:
Warga kerajaan palsu selalu menggunakan 'pedang' untuk melenyapkan kejahatan.
Kingdom Quote:
_Bagai kutukan “pedang berdarah”, pembunuhan akibat dendam terus berlangsung dalam sejarah manusia._

01 November 2021

*King’s Sword*

* Tanggal: 01 November 2021*
Hari: Senin

Bacaan Alkitab Setahun:
Yoh 4:1-30
Yer 24-26


*MULTIPLY*

_“Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain (2 Timotius 2:2)_
Tema renungan bulan November 2021 adalah _Multiply_, yaitu Melipatgandakan. Kata _multiply_ yang merupakan kata kerja transitif dalam Merriam Webster Dictionary memiliki arti _to increase in number especially greatly or in multiples_ (untuk meningkatkan jumlah yang sangat banyak atau dalam kelipatan). Dalam arti sederhana kata _multiply_ memiliki arti meningkat jumlahnya secara berlipat
ganda. Mari kita renungkan sejenak, apa yang TUHAN mau dari hidup kita untuk melakukan _multiply_?
Kemudian bagaimana cara kita melakukan _multiply_?
*Yang pertama*, melipatgandakan kepercayaan TUHAN dalam hidup kita. Setiap kepercayaan yang kita terima dari TUHAN adalah sebuah kehormatan yang luar biasa. Setiap kepercayaan yang diberikan TUHAN kepada kita adalah sebuah kesempatan yang tiada taranya. Setiap kepercayaan dari TUHAN kepada kita adalah sebuah tanggung jawab yang tidak main-main. TUHAN sudah memilih dan memutuskan kita untuk menerima setiap kepercayaan yang IA berikan kepada kita. TUHAN tahu kita pasti akan berusaha mengerjakan setiap kepercayaan itu dengan sungguh-sungguh. TUHAN juga tahu apabila kita malas dan ogah-ogahan melakukan kepercayaan yang IA berikan akan berakibat kepada kegagalan dan rasa frustrasi.
Saat TUHAN memberikan kepercayaan kepada kita, IA juga memberikan hikmat dan tuntunan agar kita dapat mengerjakan setiap kepercayaan itu dengan yang
terbaik
. TUHAN juga tahu jika kita benar-benar mengandalkan TUHAN maka kita akan dapat melipatgandakan setiap kepercayaan yang TUHAN berikan kepada kita.
*Yang kedua*, melipatgandakan kepercayaan kita kepada orang yang dapat kita percayai. Setelah kita menerima kepercayaan dari TUHAN, kita jangan pernah menyia-nyiakannya. Kita juga harus sadar bahwa setiap kepercayaan dari TUHAN tidak mungkin kita kerjakan sendirian. Kita membutuhkan orang lain untuk mendukung setiap kepercayaan yang telah diberikan oleh TUHAN kepada kita. Oleh sebab itu, mari kita belajar untuk memberi kepercayaan kepada orang yang dapat kita percayai sama seperti TUHAN telah memberi kepercayaan kepada kita. Apa yang telah kita terima dan pelajari dari TUHAN harus kita lakukan juga kepada orang-orang yang kita percayai untuk mengerjakannya. Jadi sebenarnya kita hanya perlu _copy and paste_ dari TUHAN kepada orang-orang yang kita percayai untuk melakukannya. Metode dari TUHAN lebih berdaya guna daripada metode kita.
*Yang ketiga*, melipatgandakan semaksimal mungkin. TUHAN mau setiap kepercayaan yang sudah
diberikan kepada kita untuk dilipatgandakan semaksimal mungkin. Oleh sebab itu mari kita belajar berkomitmen dan konsisten dengan setiap kepercayaan dan panggilan hidup yang sudah dipercayakan TUHAN kepada kita. Maukah Anda melipatgandakan setiap kepercayaan dari TUHAN semaksimal mungkin? (DW)
Questions:
1. Apakah arti multiply bagi Anda?
2. Mengapa kita bertanggung jawab kepada TUHAN untuk melipatgandakan setiap kepercayaan yang sudah TUHAN berikan kepada kita?
Values:
Seorang Warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang mau melipatgandakan setiap kepercayaan Allah kepada dirinya.
Kingdom Quote:
_Pelipatgandaan yang benar dan baik tidak dapat terjadi pada pribadi yang egois._

*King’s Sword* Tanggal: 17 November 2021 Hari: Rabu Bacaan Alkitab Setahun: Yoh 11:33-57 Yeh 5-7 Via Audio: https://youtu.be/5a-s8Mzbs80 h...